Tata Cara Budaya Ojigi

Minasan mungkin sudah tau kalau Negara Jepang itu punya bermacam-macam budaya yang dari zaman dulu sampai sekarang pun masih kental dengan budayanya…

 

Jepang benar-benar menjaga kelestarian budayanya dan mereka juga tidak terpengaruh dengan budaya asing….

 

Orang Jepang sangat menghargai budayanya sendiri, seperti bahasa yang digunakan di Negara sendiri, walaupun mereka tau bahasa Inggris tapi saat berbicara dengan orang asing selalu menggunakan bahasa Jepang…

 

Mereka melakukan seperti itu karena mereka sangat menghargai budaya yang sudah di bangun oleh nenek moyang mereka terdahulu…

 

Selain itu budaya Jepang apa aja yang kalian tau ne?

 

Nah minasan hari ini saya akan membahas tentang salah satu budaya Jepang yang tidak asing lagi buat kalian semuanya….

 

Kalian mungkin sering melihat orang Jepang setiap ketemu orang atau berbicara dengan orang selalu merundukkan badan mereka…

 

Kalian pasti merasa aneh melihat orang Jepang yang bertingkah begitu bukan, namun itulah budaya mereka yang disebut dengan budaya Ojigi.

 

Budaya Ojigi adalah budaya masyarakat Jepang yang sudah dilakukan sejak dahulu. Budaya Ojigi merupakan bagian penting dari budaya Jepang.

 

Masyarakat Jepang biasa membungkukkan badan atau budaya Ojigi ini sebagai salam, ungkapan rasa hormat, permohonan maaf dan beribadah.

 

Jadi, pada saat kalian saat melakukan budaya Ojigi, kalian tidak bisa melakukan dengan cengengesan seperti biasa kalian lakukan ya minasan.

 

Budaya Ojigi dilakukan setiap bertemu dengan orang atau berbicara dengan orang itu untuk menunjukkan kesopanan atau menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara mereka.

 

Terkadang jika kita sudah terbiasa melakukan budaya Ojigi, secara tidak langsung saat kita menerima telepon pun kita melakukan ojigi walaupun lawan bicara kita tidak melihatnya.

 

Sikap membungkukan badan atau yang disebut budaya Ojigi ini juga biasa dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing.

 

Namun, sikap membungkuk ini  kadang  terlihat  ketika  seseorang sedang bercakap-cakap secara intens, hal tersebut mencerminkan bahwa pembicara sangat menghormati lawan bicaranya.

 

Dalam melakukan budaya Ojigi benar-benar dipengaruhi oleh situasi dan tujuan melakukan budaya Ojigi tersebut dilakukan.

 

Karena semakin penting situasi tersebut dan lawan bicara mempunyai status sosial yang semakin tinggi, maka akan semakin dalam dan lama intensitas bungkukan badan.

 

Melakukan budaya Ojigi itu juga gak boleh sembarangan ya minasa karena budaya Ojigi juga ada aturannya atau tata caranya juga lo….

 

Di Jepang melakukan apapun semua ada tata caranya ya, jadi jangan sembarangan melakukan apa pun di Jepang lo…

 

Dari hal kecil pun ada tata caranya lo minasan….

 

Makanya jika kita tidak terbiasa melakukan sesuatu dengan segala aturan yang ada pasti kalian berasa hidup itu ribet banget kan ya?

 

Jika kalian terjepang harus menaati peraturan yang ada di Jepang, awalnya akan kesusahan tetapi lama kelamaan akan mulai terbiasa kok…

 

Jadi Simak baik-baik ya minasan hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan budaya Ojigi!

 

 

Tata Cara Budaya Ojigi Menurut Jenis Kelamin

Cara budaya Ojigi berbeda-beda lo ternyata minasan. Budaya Ojigi ada yang berdasarkan jenis kelamin dan juga berdasarkan berapa derajat badan dibungkukkan.

Tata cara budaya Ojigi sesuai jenis kelamin

Minasan jangan salah ya bahwa walaupun kalian melihat sepele orang Jepang merundukkan badan atau yang disebut budaya Ojigi, tapi sikap Ojigi berbeda-beda setiap jenis kelamin lo minasan…

 

Minasan harus perhatikan letak posisi tangan kalian ya minasan, jangan sampai salah meletakkan tangan kalian…

 

  • Berdasarkan jenis kelamin, secara umum laki-laki melakukan budaya Ojigi dengan cara meletakkan kedua tangan dikepalkan dan diletakkan disamping pahanya.

 

  • Sedangkan, perempuan saat melakukan budaya Ojigi dengan meletakkan kedua tangannya di paha depan.

 

Cara budaya Ojigi wanita dan cara budaya Ojigi pria merupakan Salah satu unsur budaya.

 

Jadi kalian jangan sampai salah juga cara menempatkan tangan kalian ya minasan….

 

Tata Cara Budaya Ojigi Menurut Derajat

Tata cara budaya ojigi sesuai derajat

Budaya Ojigi juga ternyata memiliki arti berbeda-beda dilihat dari berapa derajat minasan membungkukkan badan…

 

Jadi, kalian gak bisa sembarangan merundukkan badan ya minasan.

 

Kalau kalian belajar bahasa Jepang saat latihan perkenalan diri, memberi salam, meminta maaf di kelas kalian, jangan merehkan tata cara budaya Ojigi ya…

 

Berikut ini adalah jenis-jenis budaya Ojigi berdasarkan berapa derajat diperkirakan badan harus dibungkukkan agar kalian gak salah lagi saat melakukan budaya Ojigi.

 

Simak baik-baik ya minasan!

budaya Ojigi Eshaku 15 derajat

  • Eshaku adalah budaya Ojigi atau membungkuk badan sedikit ± 15derajat dan membungkukkan badan sekitar 1-2 detik.

Biasanya digunakan untuk memberi salam kepada orang yang dikenal tapi tidak akrab. Selain itu, juga umum digunakan  oleh  atasan  untuk membalas  tindakan budaya Ojigi dari bawahan.

 

budaya Ojigi 30 derajat keirei

  • Keirei adalah budaya Ojigi atau membungkuk badan sekitar ± 30 derajat yang biasanya digunakan untuk menunjukkan rasa hormat kepada atasan atau kepada orang yang umurnya lebih tua.

Selain itu, digunakan pada upacara resmi,  permintaan maaf  yang dalam, serta ungkapan formal untuk pernyataan terimakasih dan rasa simpati.

 

budaya Ojigi 45 derajar seikeirei

  • Saikeirei adalah budaya Ojigi atau merundukkan badan lebih kebawah lagi, yaitu sekitar ± 45 derajat.

Merundukkan badan atau budaya Ojigi ini biasa digunakan untuk  menunjukkan perasaan menyesal  yang  sangat  dalam ketika melakukan  kesalahan.

Sikap merundukkan badan atau budaya Ojigi ini juga digunakan untuk menunjukkan rasa hormat yang sangat besar kepada orang dengan jabatan atau status sosial yang sangat tinggi, misalnya Kaisar Jepang.

 

 

Fungsi  Budaya Ojigi dalam  Kehidupan Masyarakat Jepang (お辞儀)

 

Budaya ojigi menunjukkan rasa hormat

Budaya Ojigi merupakan budaya  membungkukkan  badan  bagi orang  Jepang. Hal ini dilakukan  untuk melakukan penghormatan bagi orang lain. Sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing.

 

Namun, sikap membungkuk ini kadang kalian akan melihatnya ketika sesorang sedang berbicara secara intens, hal tersebut mencerminkan bahwa pembicara  sangat  menghormati lawan bicara.

 

Budaya Ojigi mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Jepang. Berikut adalah beberapa  fungsi budaya Ojigi didapatkan  dari  berbagai macam sumber.

 

Fungsi budaya Ojigi bagi masyarakat Jepang yang wajib kalian tahu, yaitu sebagai berikut:

 

  • Sebagai salam saat bertemu dengan orang yang baru dikenal atau dikenal, saat berpisah, dan saat memperkenalkan diri pada seseorang.

 

  • Sebagai ungkapan terima kasih setelah menerima sesuatu dari seseorang.

 

  • Sebagai permintaan maaf saat kalian melakukan suatu kesalahan baik kesalahan kecil maupun kesalahan yang besar.

 

  • Sebagai salam untuk menyambut tamu di suatu tempat usaha, seperti toko atau restoran.

 

  • Sebagai salam saat memulai (memasuki) dan mengakhiri (meninggalkan) arena berlatih atau bertanding di suatu seni bela diri, misalnya Aikido, karate, dan lain-lain.

 

  • Sebagai salam saat memulai dan mengakhiri suatu seni pertunjukan.

 

  • Sebagai salam kepada dewa saat datang untuk berziarah atau berdoa di kuil Shinto dan Buddha….

 

  • Sebagai salam saat menyambut tamu saat datang hotel maupun saat datang ke penginapan gaya Jepang, dan lain-lain….

 

Minasan, semakin dalam kalian membungkukkan badan saat Ojigi yang dilakukan saat memberikan salam, ungkapan terimakasih, ataupun permintaan maaf, maka hal ini menunjukkan semakin besar atau dalam perasaan yang disampaikan kepada lawan bicara.

 

Meskipun demikian,  untuk  menunjukkan  rasa hormat, ada kalanya orang yang berkedudukan rendah tetap membungkukkan badannya saat menerima telepon dari orang yang lebih tinggi kedudukannya, meskipun ia tahu bahwa lawan bicaranya tersebut tidak dapat melihatnya.

 

Hal ini  menunjukkan bahwa budaya Ojigi sudah sedemikian erat melekat dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang.

 

Nah, jika minasan sudah mempelajari bahasa Jepang saat ini, maka tanpa kalian sadari kalian saat melakukan pembicaraan lewat telpon akan melakukan sedikit gerakan saat melakukan Ojigi..

 

Padahal lawan bicara kalian gak ngeliat kalian melakukan budaya Ojigi ya saat itu..

 

Karena belajar bahasanya juga otomatis kalian terhipnotis melakukan budaya mereka minasan…

 

Coba ya minasan perhatikan saat kalian berbicara di telpon… benar atau tidak kalian respon melakukan budaya Ojigi saat melakukan panggilan telepon ya….

 

Jika kalian tidak sengaja melakukan hal itu saat menelpon, kalian benar-benar sudah mengenal salah satu budaya Jepang ya…

 

Minasan kalian sudah jelaskan tentang tata cara Ojigi baik berupa jenis kelamin dan tata cara berapa derajat dan fungsi dari Ojigi itu sendiri bukan….

 

Nah , jika kalian mau informasi lebih jelas lagi tentang Ojigi, minasan bisa baca artikel di Website Wikipedia

 

Minasan juga bisa juga baca artikel rekomendasi dari saya mengenai belajar bahasa Jepang.

 

jika kalian ada yang mau tahu tentang kuliah di Jepang melalui beasiswa, minasan bisa klik link disini.

 

Minasan, sekian dulu informasi tentang tata cara budaya Ojigi di Jepang menurut jenis kelamin dan menurut derajat merundukkan badannya serta fungsi Ojigi bagi masyarakat Jepang ya minasan..

 

Semoga informasi ini bisa bermanfaat buat minasan sebelum minasan berangkat ke Jepang atau minasan yang lagi belajar bahasa Jepang saat ini ya…

 

kore de ijo desu. Mata ne…. Arigatou…

CARA MENGHEMAT BIAYA HIDUP DI JEPANG
BEASISWA KE JEPANG (SMK/SMA DAN TRAINING GURU) + UANG SAKU PULUHAN JUTA RUPIAH

Discussion

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *